Menyimak pesan Allah, membuat saya berkontemplasi. Tentang saya, yang selama ini memandang diri sangat hina; rupa tak seberapa, miskin tak berharta, otak tak berisi apa-apa. Tetapi itu dulu. Dulu sekali, ketika saya belum menemukan diri saya yang sebenarnya. Diri yang sebenarnya—benar yang Allah katakan—benar-benar sesempurna penciptaan.
Apabila kita simak lagi, bahwa tujuh puluh persen (atau delapan puluh persen) tubuh manusia itu adalah air. Pertanyaan yang harus muncul dalam benak kita adalah, kenapa air? Kenapa bukan unsur yang lain seperti cahaya, debu, besi atau yang lain? Kenapa mesti air? Pertanyaan inilah yang kemudian membuat saya tersungkur, bahwa betapa Mahahebat Allah Swt.
Mari kita simak sifat-sifat air. Air, kita kenal sebagai zat cair. Tetapi jika kita telusuri lebih jauh lagi, bahwa air itu tidak hanya bisa mewujud dalam bentuk cair; ia bisa mengembun, bisa menguap, bisa mendidih, membeku, dan sebagainya.
Jika kita berkaca ke sana, berarti kita patut berbangga dan bersyukur bahwa kita, manusia, adalah makhluk yang multifungsi dan multipotensi. Kita punya segalanya. Kita memiliki potensi yang tiada bandingan dibandingkan dengan makhluk lain. Kita bisa melakukan apa saja sesuai apa yang kita kehendaki.
Lihatlah betapa air bisa mengembun, membeku, mendidih, mencair dan sebagainya, itu sudah menandakan bahwa ia bisa melakukan apa saja dan dalam kondisi apa saja. Kalau engkau merasa engkau tidak bisa apa-apa, tidak punya potensi, merasa kerdil, perhatikanlah dirimu. Apakah engkau sudah mengerahkan sepenuh potensi dan kekuatanmu? Apakah engkau sudah mengembun, mendidih, membeku, mencair? Atau, apakah engkau hanya baru mendidih saja? Mencair saja? Membeku saja?
Kawan, kita ini makhluk tersempurna. Bukan hanya dalam rupa, melainkan dalam potensi dan kemampuan. Mari kita manfaatkan untuk kemaslahatan kita dan sekitar kita.
Namun perlu waspada, pemeliharaan diperlukan. Bukan hanya kendaraan yang perlu perawatan, kita pun memerlukannya. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan kita mengacu kepada bagian terbesar dalam tubuh kita, yakni air.
DR. Masaru Emoto dalam bukunya (The True Power of Water) melalui penelitiannya menyatakan, bahwa air itu bisa berubah bentuknya hanya dari komunikasi yang diberikan kepadanya. Dalam penelitiannya dikatakan, apabila air itu dibisiki atau dikatakan kepadanya hal-hal yang baik (doa, ucapan selamat, pujian, dsb), maka air itu akan membentuk Kristal yang sangat indah. Sebaliknya, jika kepadanya disampaikan hal-hal yang jelek (cacian, makian, kalimat-kalimat kotor, dsb) maka bentuk Kristal itu akan berubah menjadi bentuk yang menyeramkan.
Artinya apa? Jika apa yang kita komunikasikan (berikan) kepada diri kita—yang sebagian besar air—adalah hal yang bagus, maka kita akan seperti Kristal yang indah dan mengagumkan. Apa saja hal-hal bagus itu? Adalah perbuatan baik; senyum, shalat, sedekah, puasa, tilawah Qur’an, sopan santun, dan hal-hal yang baik lainnya. Percayalah, dengan perbuatan-perbuatan baik ini, kita akan menjadi bersinar, indah, dan mengagumkan. Membuat orang senang dengan kita, membuat orang terinspirasi dari hanya kehadiran kita di dekatnya.
Sebaliknya, jika kita memberikan hal yang jelek kepada diri kita, maka diri kita yang seperti Kristal itu akan berubah menjadi bentuk yang menyeramkan yang—saya yakin—takkan ada seorang pun yang sudi mendekatinya. Apa saja yang akan menyebabkan diri kita menjadi menyeramkan? Adalah perbuatan maksiat; zina, menghina, sombong, takabur, iri, dengki, ghibah, dan lain-lain.
Mari. Mari kawan, mari kita bersama-sama menjadi Kristal indah. Sehingga kita, menjadi center of excellent di bumi ini. Insya Allah, Allah pun menyediakan surga hanya untuk mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan cahaya. Semoga kita menjadi bagian darinya.
Apabila kita simak lagi, bahwa tujuh puluh persen (atau delapan puluh persen) tubuh manusia itu adalah air. Pertanyaan yang harus muncul dalam benak kita adalah, kenapa air? Kenapa bukan unsur yang lain seperti cahaya, debu, besi atau yang lain? Kenapa mesti air? Pertanyaan inilah yang kemudian membuat saya tersungkur, bahwa betapa Mahahebat Allah Swt.
Mari kita simak sifat-sifat air. Air, kita kenal sebagai zat cair. Tetapi jika kita telusuri lebih jauh lagi, bahwa air itu tidak hanya bisa mewujud dalam bentuk cair; ia bisa mengembun, bisa menguap, bisa mendidih, membeku, dan sebagainya.
Jika kita berkaca ke sana, berarti kita patut berbangga dan bersyukur bahwa kita, manusia, adalah makhluk yang multifungsi dan multipotensi. Kita punya segalanya. Kita memiliki potensi yang tiada bandingan dibandingkan dengan makhluk lain. Kita bisa melakukan apa saja sesuai apa yang kita kehendaki.
Lihatlah betapa air bisa mengembun, membeku, mendidih, mencair dan sebagainya, itu sudah menandakan bahwa ia bisa melakukan apa saja dan dalam kondisi apa saja. Kalau engkau merasa engkau tidak bisa apa-apa, tidak punya potensi, merasa kerdil, perhatikanlah dirimu. Apakah engkau sudah mengerahkan sepenuh potensi dan kekuatanmu? Apakah engkau sudah mengembun, mendidih, membeku, mencair? Atau, apakah engkau hanya baru mendidih saja? Mencair saja? Membeku saja?
Kawan, kita ini makhluk tersempurna. Bukan hanya dalam rupa, melainkan dalam potensi dan kemampuan. Mari kita manfaatkan untuk kemaslahatan kita dan sekitar kita.
Namun perlu waspada, pemeliharaan diperlukan. Bukan hanya kendaraan yang perlu perawatan, kita pun memerlukannya. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan kita mengacu kepada bagian terbesar dalam tubuh kita, yakni air.
DR. Masaru Emoto dalam bukunya (The True Power of Water) melalui penelitiannya menyatakan, bahwa air itu bisa berubah bentuknya hanya dari komunikasi yang diberikan kepadanya. Dalam penelitiannya dikatakan, apabila air itu dibisiki atau dikatakan kepadanya hal-hal yang baik (doa, ucapan selamat, pujian, dsb), maka air itu akan membentuk Kristal yang sangat indah. Sebaliknya, jika kepadanya disampaikan hal-hal yang jelek (cacian, makian, kalimat-kalimat kotor, dsb) maka bentuk Kristal itu akan berubah menjadi bentuk yang menyeramkan.
Artinya apa? Jika apa yang kita komunikasikan (berikan) kepada diri kita—yang sebagian besar air—adalah hal yang bagus, maka kita akan seperti Kristal yang indah dan mengagumkan. Apa saja hal-hal bagus itu? Adalah perbuatan baik; senyum, shalat, sedekah, puasa, tilawah Qur’an, sopan santun, dan hal-hal yang baik lainnya. Percayalah, dengan perbuatan-perbuatan baik ini, kita akan menjadi bersinar, indah, dan mengagumkan. Membuat orang senang dengan kita, membuat orang terinspirasi dari hanya kehadiran kita di dekatnya.
Sebaliknya, jika kita memberikan hal yang jelek kepada diri kita, maka diri kita yang seperti Kristal itu akan berubah menjadi bentuk yang menyeramkan yang—saya yakin—takkan ada seorang pun yang sudi mendekatinya. Apa saja yang akan menyebabkan diri kita menjadi menyeramkan? Adalah perbuatan maksiat; zina, menghina, sombong, takabur, iri, dengki, ghibah, dan lain-lain.
Mari. Mari kawan, mari kita bersama-sama menjadi Kristal indah. Sehingga kita, menjadi center of excellent di bumi ini. Insya Allah, Allah pun menyediakan surga hanya untuk mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan cahaya. Semoga kita menjadi bagian darinya.


0 komentar:
Posting Komentar